Perilaku Dendam dan Munafik
PERILAKU DENDAM DAN MUNAFIK
A.
PERILAKU DENDAM
1. Pengertian Dendam
Dendam artinya balasan jahat atau keji dari
seseorang kepada orang lain terhadap kejadian masalah yang telah berlalu,
orangnya disebut pendendam. Firman Allah dalam QS Al Furqan/25 ayat 63
yang artinya: “Dan hamba - hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah)
orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila
orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang
mengandung) keselamatan.”
2. Ciri-ciri
pendendam:
1.
Hobi
menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalasnya dikemudian hari.
2.
Tidak
mau memaafkan kesalahan orang lain.
3.
Tidak
suka melihat orang lain senang.
4.
Suka
menjelek-jelekkan orang lain.
5.
Selalu
membuka aib orang lain.
3. Akibat negatif dari sifat pendendam:
1.
Menimbulkan
atau melahirkan rasa iri hati kepada orang lain.
2.
Menimbulkan
dan menanamkan rasa bnci dan marah kepada orang lain.
3.
Menyebabkan
timbulnya perselisihan, perpecahan dan permusuhan di antara warga.
4.
Dapat
melahirkan pribadi seseorang yang suka mengumpat, berbohong, dan membuka
aib orang lain.
5.
Meniru-niru
perbuatan dan perkataan orang lain dengan tujuan mengejek
atau menghinanya.
6.
Dapat
merusak dan memutuskan tali silaturahmi, persaudaraan, atau kekeluargaan yang
telah terjalin dengan baik.
7.
Orang
yang dendam termasuk oang yang zalim, aniaya, dan terkutuk di
hadapan Allah SWT., dan rasul-Nya.
Nabi
Muhammad SAW. Bersabda yang artinya: “orang yang paling dibenci Allah
adalah orang yang menaruh dendam kesumat”. (H.R.Bukhari Muslim)
Allah menciptakan manusia di muka bumi bukan untuk bermusuh-musuhan dan saling dendam, melainkan agar saling kenal-mengenal, hormat–menghormati antara sesamanya.
4. Menghindari
Perilaku Pendendam dalam Kehidupan Sehari-Hari
1.
Orang
yang menaruh rasa dendam hendaknya menahan diri dari sikap
marah, melecehkan, dan mengejek terhadap orang lain yang ia dendami.
2.
Kita
hendaknya bersikap ramah, ceria, dan sopan terhadap siapa saja.
3.
Kita
hendaknya berusaha untuk bekerjasama dan memerangi hawa
nafsu dari bujuk rayuan setan.
4.
Orang
yang dendam hendaknya melaksanakan hal-hal berikut. (a) Berbuat baik serta
suka bersilaturahmi kepada orang yang menaruh dendam dirinya.
(b) Memenuhi hak-hak orang yang menaruh dendam kepadanya,
menolong dan bersikap ramah kepada orang yang menaruh dendam.
(c) Jangan menzalimi orang yang menaruh dendam kepadanya.
B. PERILAKU MUNAFIK
1. Pengertian
Munafik
Munafik
atau sering disebut juga nifak, berasal dari bahasa Arab yang berarti orang
yang lahirnya berbeda dengan yang ada dalam hatinya. Adasebuah pepatah
orang yang manis dibibir tetapi lain dihatinya. Sedang menurut istilah munafik
adalah orang yang antara ucapan dengan perbuatannya sangat jauh berbeda (tidak
ada kesamaan antara hati dan perilaku). Dan menurut bahasa munafik adalah orang
yang menyembunyikan.Ada juga yang mengartikan munafik artinya bermuka dua.
Adapun menurut syara’, munafik ialah orang yang menymbunyikan kekafirannya,
tetapi menyatakan keimanannya. Lidah mereka menyatakan beriman, sedangkan
hatinya mengingkari.
Allah swt.berfirman dalam Al Quran surat Al
Baqarah/2 ayat 8 yang artinya: “Di antara manusia ada yang mengatakan:
"Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian." Padahal mereka
itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”
Dalam wahyu-Nya yang lain, yaitu surat Al Munafiqun/63 ayat 2 yang artinya: “Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
2. Ciri-ciri orang munafik yang dijelaskan dalam
Al-Quran
·
Bermuka
Dua, adalah ciri seseorang yang membentuk penampilan lahiriah dan
melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya.
·
Berlidah
Dua, adalah sifat yang memuji dan menjunjung orang lain ketika
ia berhadapan dengannya, tetapi mencela dan mengumpatnya bila ia tidak
ada.
·
Berdusta, adalah
cirri seseorang yang mengatakan sesuatu, tetapi tidak sesuai dengan kebenaran
dan kenyataan.
·
Sumpah
Palsu, adalah ciri seseorang yang bersumpah atas pengakuan
palsunya agar bisa menyelamatkan diri dari hukuman.
·
Apabila
ia berjanji selalu mengingkari atau tidak pernah menepati janji yang
diucapkan kepada orang lain.
·
Apabila
ia berkata selalu berdusta, berbohong, atau tidak ada kenyataan sama sekali.
·
Apabila
dipercaya oleh orang lain ia selau mengkhianati atau tidak pernah melaksanakan
amanah yang dipercayakan orang lain pada dirinya.
3. Akibat Negatif dari Sifat Munafik
Allah
swt. dan Rasul-Nya mengancam sekali orang-orang yang memiliki sifat munafik,
karena sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dapat dikatakan
seperti musuh dan selimut. Di masa Rasulullah saw. ada tokoh yang terkenal
sebagai orang munafik, diantaranya adalah Abdullah bin Ubay. Dia termasuk
seorang kepala suku yang memimpikan ingin jadi seorang raja di Madinah setelah
Nabi tiada. Tetapi khayalan itu tidak terkabul, kemunafikannyaterlihat ketika
kaum muslimin akan menghadapi perang Uhud. Abdullah beserta pengikutnya keluar
dari barisan kaum muslimin secara demonstrasi untuk tidak mengikuti perang
tersebut.
Oleh
karena itu Allah swt. mengutuk dan mengancam orang-orang yang munafik melalui
firmannya dalam surat An Nisa/4 ayat 138 yang artinya: “Kabarkanlah kepada
orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.”
Di
ayat lain Allah swt. juga berfirman dalam Surat An Nisa/4 ayat 145 yang
artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan
mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”
Dalam wahyu Allah swt. yang lain adalah
pada surat At Taubah/9 ayat 68 yang artinya: “Allah mengancam
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka
Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.”
Adapun bahaya atau akibat negatif dari
munafik
1.
Nifak
atau munafik adalah sifat tercela yang dimiliki seseorang yang akanmembahayakan
diri orang munafik itu sendiri.
2.
Hatinya
selalu was-was, gelisah, dan tidak tentram.
3.
Tidak
lagi dipercaya oleh orang lain karena merasa telah dikecewakan akibat
sifat kemunafikannya.
4.
Dikucilkan
orang karena munafik selalu mengecewakan orang atau teman sehingga merasa
enggan untuk bergaul dan tidak mempercayainya lagi.
5.
Allah
swt.akan mengancam orang yang munafik dengan siksa neraka jahanam.
4.
Menghindari Perilaku Munafik dalam Kehidupan
Sehari-Hari
Adapun cara menghindari perilaku
munafik dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.
1.
Senantiasa
ingat kepada Allah swt. dalam keadaan apapun.
2.
Berusaha untuk selalu berkata jujur.
3.
Menepati
setiap janji yang diucapkan.
4.
Menyampaikan
amanah orang lain tanpa menunda waktu.
5.
Menyampaikan
informasi yang kita ketahui tanpa mengada-ada.
Komentar
Posting Komentar