Berkuda

Secara fisik kuda tentu lebih kuat dari penunggannya, namun sang penunggang tetap harus menguasai kuda tersebut agar dia bisa sampai ke tujuannya.  Demikian pula dalam kehidupan manusia.  Kita sering kali harus memimpin orang-orang yang lebih pintar, lebih kuat dan lebih banyak memiliki kelebihan dibanding kita.  Berkuda dalam hal ini adalah simbol dari hidup dan Pengendalian Diri, Rasa Percaya Diri dan Keberanian.
Dalam Dunia Persilatan hal ini pun dilatih y
aitu pada latihan Silat dan Pertarungan.  Dimana harus sinergi antara Gerak/jurus, Tenaga dan Konsentrasi. Konsentrasi akan muncul dalam mental yg kuat. Maka kita akan mampu bagaimana menghindar, menangkis dan menyerang lawan disertai penyaluran tenaga dan sasaran yg tepat dan cepat. Dalam Pertarungan dibutuhkan cara berpikir cepat dan tepat tidak mudah panik dalam menghadapi kondisi apapun.

Dalam Persilatan modal utama dalam pertarungan adalah kemampauan dan mentalitas. Dimana kemampuan tanpa keberanian ibarat pisau dalam sarung artinya tidak akan berguna. Juga keberanian saja tanpa dilandasi dengan kemampuan adalah konyol. Dengan keberanian yg mantap dan kemampuan yg memadai, maka dalam pertarungan, kita tidak ragu-ragu lagi dalam menghentakan tenaga dan memainkan jurus dengan perhitungan tepat dan cepat. Dengan keberanian atau mental kita tidak takut sakit atau terluka, tidak gentar menghadapi musuh yg lebih kuat dari kita. seorang pendekar yg hebat adalah bukanlah pendekar yg tidak pernah dikalahkan tapi seorang pendekar yg hebat adalah sanggup menghadapi lawan yg kuat lebih kuat dari dirinya dan masih memiliki mental tetap bertarung tidak surut kebelakang dan pantang menyerah, dan selalu mencari dan focus pada mencari  titik kelemahan lawan.

Simbol Berkuda adalah membangun karakter. Dengan olah raga ini, anak dilatih jiwa kepemimpinan,  kepercayaan diri, jiwa pemberani, ketangkasan, pengendalian diri, dan menyayangi, serta menghilangkan rasa takut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qana'ah dan Tasamuh

Iman kepada Allah